cara Kunang-kunang membuat sinar?
Langkah Pertama: Sel-sel di bagian ekor kunang-kunang menghasilkan enzim luciferase
Pada
setiap nukleus dari setiap sel, sebuah enzim yang disebut DNA
Polymerase mengkode gen Luc dengan sel-sel genom. Gen Luc merupakan
sekuen dari asam amino yang menghasilkan enzim luciferase. Kemudian, RNA
Polymerase mengkopi gen luc dalam bentuk mRNA yang sangat mirip dengan
DNA.
Proses ini disebut transkripsi. Setelah proses transkripsi
selesai, mRNA menuju sitoplasma. Di dalam sitoplasma, mRNA luc diatur
oleh sel penghasil protein yang disebut ribosom. Ribosom menterjemahkan
informasi dalam mRNA luc untuk memproduksi sebuah rantai asam-asam amino
yang membangun enzim luciferase. Proses ini disebut translasi. Agar
enzim luciferase dapat berfungsi, rantai asam-asam amino tersebut harus
menekuk dan terlipat dalam tiga bentuk dimensional yang spesifik.
Langkah Kedua: Enzim Luciferase mengatur reaksi-reaksi kimia untuk menghasilkan sinar
Untuk
menghasilkan sebuah sinar tampak, sel-sel di dalam ekor kunang-kunang
harus memproduksi ribuan enzim luciferase. Di dalam setiap sel,
enzim-enzime tersebut mencari pasangannya dan berikatan membentuk
senyawa kimia yang disebut luciferin. Enzim luciferase mempercepat
reaksi kimia dengan menggabungkan molekul oksigen dengan luciferin
sehingga membentuk oxyluciferin.
Di dalam reaksi, luceferin
teroksidasi, yaitu ia kehilangan sebuah elektron dan molekul-molekulnya
berpindah ke tempat energi yang lebih tinggi. Ketika molekul-molekul
yang penuh energi ini kembali ketingkat energi yang lebih rendah, yaitu
dalam keadaan yang lebih stabil molekul-molekul melepas energi dan
menghasilkan sinar yang kemudian digunakan bagi kunang-kunang untuk
memberikan signal kepada pasangannya dan merupakan peringatan bagi
predator.
Mengapa Kunang-kunang Menghasilkan Sinar?
Satu
diantara alasannya adalah untuk menarik pasangan. Jantan dan betina dari
jenis yang sama akan memancarkan signal kelap-kelip sebagai cara
berkomunikasi. Masing-Masing jenis kunang-kunang mempunyai pola khusus
dalam bersinar.
Sebagai contoh, kunang-kunang jantan dari satu
jenis akan terbang bebas di langit malam dan dengan tiba-tiba mulai
berkerlip serta memutar keatas untuk membuat pola sinar (J-shapped) yang
berbeda. Kunang-Kunang betina menggantung pada suatu cabang pohon atau
di rumput ketika si jantan sedang beraksi menunjukkan sinar terbaik
mereka. Ketika si betina mengenali dan menyukai sinar dari si jantan
maka si betina akan menjawab dengan sinar terbaik pula.
Alasan
lain adalah untuk menghindar dari predator. Tubuh kunang-kunang dipenuhi
dengan bahan kimia yang terasa tidak enak bila dicicipi disebut
lucibufagens dan setelah predator mencicipinya, dengan cepat mereka
belajar untuk mengasosiasikan bahwa kunang-kunang adalah mangsa dengan
cita rasa yang buruk. Jadi sinar kunang-kunang tidak hanya membantu
menarik pasangan, tetapi juga memperingatkan predator untuk menjauh.
Memiliki
lucibufagens juga sangat penting untuk kelangsungan hidup suatu spesies
kunang-kunang yang tidak dapat membuat senyawa kimia ini dan
memperolehnya melalui memakan spesies lain yang dapat membuatnya. Mereka
melakukan ini dengan meniru pola kilatan spesies lain dan memikat
mereka. Kunang-kunang jantan yang tidak curiga berpikir bahwa ia akan
menemukan pasangan, melainkan menjadi makanan lezat bagi kunang-kunang
licik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar